skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Kenapa Epidemiologi Penyakit Hepatitis A Disetiap Daerah Berbeda-Beda?

Kenapa Epidemiologi Penyakit Hepatitis A Disetiap Daerah Berbeda-Beda?

Hepatitis A adalah hepatitis yang disebabkan oleh infeksi Hepatitis A Virus. Infeksi virus hepatitis A dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi.

Diantaranya adalah hepatitis fulminant, autoimun hepatitis, kolestatik hepatitis, hepatitis relaps, dan sindroma pasca hepatitis (Asindroma kelelahan kronik). Hepatitis A tidak pernah menyebabkan penyakit hati kronik.

Hepatitis A disebabkan karena virus hepatitis A (HAV). Virus ini merupakan picornavirus yang berukuran 27-nm (merupakan virus positive strain RNA).

Virus tersebut dikelompokan kedalam Hepatovirus, anggota famili Picornaviridae. Virion ini memiliki kapsul polipeptida, didesain dari VP1 sampai VP4, dimana setelah translasi pembelahan dari poli protein memproduksi 7500 genomnukleotida.

Virus akan inaktif bila dilakukan perebusan selama 1 menit, kontak dengan formaldehid dan klorida atau dengan radiasi ultraviolet.

Menurut Rahardjo B.S (2003), insiden kasus hepatitis A dipengaruhi oleh umur, ras (suku), sosio-ekonomi dan geografi suatu daerah.

Insiden terbesar ditemukan pada usia < 15 tahun. Lali-laki mempunyai resiko yang lebih tinggi dibandingkan wanita.

Lebih sering menyerang manusia dengan daya tahan tubuh yang rendah, meskipun demikian penyakit ini lebih sering didapatkan pada orang dewasa dibandingkan anak-anak. Laporan mengenai epidemi sering didapatkan pada suatu institusi, barak militer, restauran dan pusat pengasuhan anak.

Sementara menurut US. Food Drug Administration (2005), penyebaran HAV dari orang ke orang dapat meningkat.

Karena masalah personal hygiene yang buruk, kepadatan penduduk, serta pada kasus serangan sporadik pada makanan yang terkontaminasi secara besar, air minum, susu dan ikan laut. Penyebaran pada keluarga dan teman dekat juga sering terjadi.

Observasi epidemiologi diperkirakan bahwa predileksi hepatitis A terjadi pada akhir musim gugur dan awal musim dingin sedangkan pada daerah yang beriklim sedang, gelombang epidemik hepatitis A terjadi setiap 5 sampai 20 tahun pada populasi baru yang tidak di imunisasi.

Menurut Chin J (2006), pada negara sedang berkembang, orang dewasa biasanya sudah kebal dan wabah hepatitis A (HA) jarang terjadi.

Namun adanya perbaikan sanitasi lingkungan di sebagian besar negara di dunia ternyata membuat penduduk golongan dewasa muda menjadi lebih rentan sehingga frekuensi terjadi KLB cenderung meningkat.

Di negara-negara maju, penularan penyakit sering terjadi karena kontak dalam lingkungan keluarga dan kontak seksual dengan penderita akut.

Dan juga muncul secara sporadis di tempat-tempat penitipan anak usia sebaya, menyerang wisatawan yang bepergian ke negara dimana penyakit tersebut endemis, menyerang pengguna suntikan pecandu obat terlarang dan pria homoseksual.

Didaerah dengan sanitasi lingkungan yang rendah, infeksi umumnya terjadi pada usia sangat muda. Di Amerika Serikat, 33% dari masyarakat umum terbukti secara serologis sudah pernah terinfeksi HAV.

Sementara di negara maju wabah sering berjalan dengan sangat lambat, biasanya meliputi wilayah geografis yang luas dan berlangsung dalam beberapa bulan; wabah dengan pola ”Common source” dapat meluas dengan cepat.

Di Amerika Serikat, puncak siklus wabah secara nasional terjadi pada tahun 1961, 1971 dan 1989. Selama terjadi KLB, petugas dan para pengunjung tempat penitipan anak, pria dengan banyak pasangan seksual.

Dan para pecandu Napza yang menggunakan suntikan mempunyai risiko lebih tinggi tertulari daripada penduduk pada umumnya. Namun, hampir separuh dari kasus, dan sumber infeksi tidak diketahui.

Menurut Depkes RI (2000), hepatitis A sangat umum menyerang anak-anak sekolah dan dewasa muda. Pada tahun-tahun belakangan ini, KLB yang sangat luas penularannya umumnya terjadi di masyarakat.

Namum KLB karena pola penularan ”Common source” berkaitan dengan makanan yang terkontaminasi oleh penjamah makanan dan produk makanan yang terkontaminasi tetap saja terjadi. KLB pernah dilaporkan terjadi diantara orang-orang yang bekerja dengan primata yang hidup liar.

Reservoir dan Cara Penularan Hepatitis A

Reservoar utama hepatitis A adalah manusia, karena jarang terjadi pada simpanse dan primata bukan manusia yang lain.

Sedangkan cara penularan, dapat terjadi dari orang ke orang melalui rute fekal-oral, makanan. Penularan melalui air dan parenteral jarang ditemukan.

Virus ditemukan pada tinja, mencapai puncak 1-2 minggu sebelum timbulnya gejala dan berkurang secara cepat setelah gejala disfungsi hati muncul bersamaan dengan munculnya sirkulasi antibodi HAV dalam darah.

Menurut Sumber Chin J (2006), KLB dengan pola ”Common source”umumnya dikaitkan dengan air yang tercemar, makanan yang tercemar oleh penjamah makanan, termasuk makanan yang tidak dimasak.

Atau makanan matang yang tidak dikelola dengan baik sebelum dihidangkan; karena mengkonsumsi kerang (cumi) mentah atau tidak matang dari air yang tercemar dan karena mengkonsumsi produk yang tercemar seperti sla (lettuce) dan strawberi.

Beberapa KLB di Amerika Serikat dan Eropa dikaitkan dengan penggunaan obat terlarang dengan jarum suntik mauoun tanpa jarum suntik dikalangan para pecandu.

Meskipun jarang, pernah dilaporkan terjadi penularan melalui transfunsi darah dan faktor pembekuan darah yang berasal dari donor viremik dalam masa inkubasi.

Masa Inkubasi dan Resiko Penularan hepatitis A

Menurut Sylvia dan Lorrainne (2003), masa inkubasi dari virus hepatitis terjadi selama 15-45 hari, rata-rata 28-30 hari setelah pemaparan dengan virus.

Virus ini terbatas melakukan replikasi di hati, tapi juga didapatkan di organ lain seperti kandung empedu, darah dan tulang setelah masa inkubasi dari penyakit.

Sedangkan berdasarkan resiko penularan, berbagai penelitian tentang cara-cara penularan pada manusia dan dari berbagai bukti epidemiologis menunjukkan bahwa infektivitas maksimum terjadi pada hari-hari terakhir dari separuh masa inkubasi.

Dan terus berlanjut sampai beberapa hari setelah timbulnya ikterus (atau pada puncak aktivitas aminotransferase pada kasus anicteric).

Pada sebagian besar kasus kemungkinan tidak menular pada minggu pertama setelah ikterus, meskipun ekskresi virus berlangsung lebih lama (sampai 6 bulan) telah dilaporkan terjadi pada bayi dan anak-anak. Ekskresi kronis HAV dalam tinja tidak pernah dilaporkan terjadi.

Resiko penularan terjadi pada kondisi sanitasi yang buruk, daerah padat seperti poliklinik, rumah sakit jiwa, jasa boga terinfeksi, pekerja layanan kesehatan, wisatawan internasional, pengguna obat, hubungan seksual dengan orang terinfeksi dan daerah endemis.

Semua orang rentan terhadap infeksi. Penyakit ini pada bayi dan anak-anak prasekolah jarang sekali menunjukkan gejala klinis, hal ini sebagai bukti bahwa infeksi ringan dan anicteric umum terjadi. Imunitas homologous setelah mengalami infeksi mungkin berlangsung seumur hidup.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.