skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Faktor Resiko Penyakit Hepatitis B Yang Diabaikan!

Faktor Resiko Penyakit Hepatitis B Yang Diabaikan!

Hepatitis B merupakan masalah kesehatan dunia, termasuk di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 680 ribu orang meninggal dunia tiap tahun akibat komplikasi hepatitis B, seperti siroris dan kanker hati.

Di Indonesia sendiri, hasil riset Kesehatan Dasar pada yang dirilis pada 2015 menunjukkan bahwa penderita hepatitis di Indonesia diperkirakan mencapai 28 juta orang, dimana setengah di antaranya berpotensi untuk menjadi kronis, dan 10 persen dari risiko kronis tersebut akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati.

Hepatitis B Akut dan Kronis

Ada dua jenis infeksi hepatitis B, yaitu akut (terjadi dalam waktu singkat) dan kronis (jangka panjang). Infeksi akut umumnya dialami oleh orang dewasa. Jika mengalami hepatitis B akut, sistem kekebalan tubuh Anda biasanya dapat melenyapkan virus dari tubuh dan Anda akan sembuh dalam beberapa bulan.

Hepatitis B kronis terjadi saat virus tinggal dalam tubuh selama lebih dari enam bulan. Jenis hepatitis B ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Anak-anak yang terinfeksi virus pada saat lahir berisiko mengalami hepatitis B empat sampai lima kali lebih besar dibanding anak-anak yang terinfeksi pada masa balita.

Sebanyak 20 persen orang dewasa yang terpapar virus ini akan berujung pada diagnosis hepatitis B kronis. Penderita hepatitis B kronis bisa menularkan virus meski tanpa menunjukkan gejala apa pun. Berdasarkan penelitian WHO, sekitar 3 dari 10 penderita hepatitis B kronis akan mengalami sirosis.

Sirosis adalah kerusakan hati jangka panjang atau kronis yang menyebabkan luka pada hati. Perkembangan penyakit yang perlahan-lahan mengakibatkan jaringan sehat digantikan oleh jaringan rusak. Fungsi hati dalam memproses nutrisi, hormon, obat, dan racun yang diproduksi tubuh akan melambat.

Faktor Resiko Penyakit Hepatitis B

Perkembangan komplikasi ini dapat dihambat dengan langkah pengobatan tertentu, misalnya dengan obat antivirus. Tetapi ada sebagian penderita yang terpaksa menjalani transplantasi hati karena kondisinya sudah sangat parah.

  1. Hepatitis B Fulminan

Hepatitis B fulminan terjadi saat sistem kekebalan tubuh menjadi keliru dan mulai menyerang hati hingga menyebabkan kerusakan yang parah.

Beberapa gejala yang mengindikasikan kondisi tersebut adalah penderita menjadi linglung atau bingung, perut membengkak, dan sakit kuning. Penyakit ini bisa menyebabkan hati berhenti berfungsi dan seringkali berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

  1. Kanker Hati

Hepatitis B kronis bisa berkembang menjadi kanker hati jika tidak ditangani dengan baik. Gejala pada komplikasi ini di antaranya adalah mual, muntah, sakit perut, penurunan berat badan, serta sakit kuning (kulit dan bagian putih mata yang menguning). Operasi mungkin akan dilakukan untuk membuang bagian hati yang terserang kanker.

Pencegahan Penyakit Hepatitis B

  1. Makan makanan matang

Selain makanan yang bersih, pencegahan penyakit hepatitis bisa dilakukan dengan mengurangi makan makanan yang mentah agar tidak akan menyebabkan penyakit hepatitis.

Dan tidak hanya pada makanan, air mentah yang belum di masak sebaik nya juga tidak di konsumsi untuk pencegahan penyakit hepatitis.

  1. Hindari alkohol

Pencegahan penyakit hepatitis pun dengan menghindari minum minuman tidak sehat seperti minuman keras yang mengandung alkohol di dalam nya. Karena alkohol tidak baik untuk hati, dan alkohol pun dapat memicu penyakit hepatitis jika di konsumsi.

Oleh sebab itu baik nya memperbanyak minum air putih saja dibandingkan terlalu sering minum minuman yang mengandung alkohol.

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Pencegahan penyakit hepatitis yang baik yaitu dengan meningkatkan daya tahan tubuh karena jika daya tahan tubuh kuat maka serangan virus hepatitis dari luar pun bisa diatasi dengan baik oleh imun tubuh yang kuat.

  1. Tidak berbagi barang pribadi

Barang barang yang pribadi memang seharus nya di gunakan seorang diri dan tidak di gunakan oleh orang lain, karena barang barang pun bisa menularkan penyakit.

Oleh karena itu pencegahan penyakit hepatitis dengan menjaga barang pribadi dengan baik sehingga tidak di gunakan oleh orang lain. Jika di gunakan oleh orang lain maka sebaik nya gunakan barang yang baru.

  1. Menjaga kebersihan

Pencegahan penyakit hepatitis bisa di lakukan dengan mudah, karena jika ingin melakukan pencegahan penyakit hepatitis yang harus di lakukan yaitu menjaga kebersihan.

Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan akan membantu untuk pencegahan penyakit hepatitis. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan lingkungan serta kebersihan makanan, yang akan masuk ke tubuh.

Karena banyak penyebab hepatitis yang terjadi karena makanan yang di konsumsi kebersihan nya tidak terjaga dengan baik oleh sebab itu dapat menyebabkan penyakit hepatitis.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.

GRATIS KONSULTASI

Kesehatan Anda!

Terima Kasih!
Kami akan Segera Menghubungi Anda