skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Gejala Penyakit Hepatitis B Pada Wanita!

Gejala Penyakit Hepatitis B Pada Wanita!

Hepatitis B adalah penyakit infeksi, terutama mengenai hati. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis B. Hepatitis B merupakan salah satu dari 5 jenis hepatitis, yaitu hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D dan hepatitis E.

Hepatitis B dapat berupa infeksi akut (cepat timbul lalu pulih) dan juga kronik (berlangsung lama). Sebanyak 1%-5% dewasa, 90% bayi baru lahir, dan 50% bayi yang terinfeksi hepatitis B akut akan berkembang menjadi hepatitis kronik.

Seseorang yang memiliki infeksi hepatitis B dapat mengalami beberapa gejala yang biasanya mulai muncul sekitar 1 hingga 4 bulan setelah infeksi. Adapun gejala hepatitis B tersebut diantaranya adalah:

– Sakit kepala.

– Diare atau sembelit.

– Timbulnya ruam pada kulit.

– Jaundice (menguningnya kulit dan bagian putih mata).

– Sakit pada bagian perut.

– Urin berwarna gelap.

– Demam.

– Timbulnya rasa nyeri pada sendi.

– Kehilangan selera makan.

– Mual dan muntah.

– Kelemahan dan kelelahan yang ekstrem.

Penularan Penyakit Hepatitis B

Penyebabnya dengan melalui hepatitis B virus HBV yang berupa jenis penyakit liver yang sangat membahayakan dan bisa mengakibatkan seseorang menjadi kondisi yang sangat buruk.

Pada kasus HBV bisa saja menghilangkan dengan cara alami, tetapi pada 10% kasus pada virus yang akan berkembang menjadi penyakit kronis yang kemudian akan terjadi pada kanker hati atau sirosis.

Banyak anak dan bayi yang dapat terjadi pada penyakit hepatitis B tidak akan disembuhkan, sehingga pada penyakit liver akan menjadi sangat membahayakan pada usia dewasa nanti.

Hepatitis B tidak dengan mudahnya menimbulkan gejala awal, banyak keluhan yang dirasakan seperti nyeri dan gatal pada bagian persendian, nafsu makan menurun, nyeri pada bagian perut dan mengalami mual dan muntah.

Cara penularan penyakit hepatitis B:

  1. Kontak darah

Misalnya saja yang dapat terjadi dengan melalui transfusi darah yang dilakukan pada orang yang sedang terkena virus HBV kepada orang yang belum terkena infeksi.

  1. Dari ibu pada anaknya

Misalnya saja yang dapat terjadi pada ibu yang sedang mengandung dan dia sedang terkena virus tersebut maka akan mudahnya janin yang ada didalam perutnya nanti terserang virus HBV ini.

  1. Kontak seksual

Jika orang yang sedang melakukan hubungan intim dengan orang yang sedang menderita penyakit hepatitis B tanpa menggunakan alat pelindung maka akan mudahnya mengakibatkan air liur, maupun cairan pada vagina akan masuk melalui tubuh wanita.

Pengobatan Hepatitis B

Tidak ada langkah khusus dalam pengobatan hepatitis B. Tujuan pengobatan kondisi ini adalah untuk mengurangi gejala dengan obat pereda sakit, serta menjaga kenyamanan sehari-hari si penderita dan keseimbangan gizinya.

Sementara itu, pengobatan untuk hepatitis B kronis tergantung pada tingkat keparahan infeksi pada hati.

Penanganan penyakit ini adalah menggunakan obat-obatan yang berfungsi untuk menghambat produksi virus dan mencegah kerusakan pada hati.

Vaksin dan Pencegahan Hepatitis B

Langkah efektif dalam pencegahan hepatitis B adalah dengan melakukan vaksin. Di Indonesia sendiri, vaksin hepatitis B termasuk vaksin wajib dalam imunisasi.

Proses pemberian vaksin dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu saat anak lahir, saat anak berusia 1 bulan, dan pada saat anak berusia 3-6 bulan.

Meskipun begitu, orang dewasa dari segala usia pun dianjurkan untuk menerima vaksin hepatitis B, terutama apabila mereka berisiko tinggi tertular hepatitis B. Contohnya seperti:

– Orang yang tinggal serumah dengan penderita hepatitis B.

– Penderita penyakit hati kronis.

– Penderita penyakit ginjal.

– Orang yang memiliki lebihdari satu pasangan seksual.

– Orang yang menggunakan obat suntik atau berhubungan seks dengan pengguna obat suntik.

– Petugas kesehatan (paramedis) yang berisiko terpapar virus hepatitis B.

Pemeriksaan hepatitis B juga diterapkan bagi ibu hamil. Jika sang ibu mengidap penyakit ini, bayinya harus menerima vaksin pada saat lahir (12 jam setelah persalinan) untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi.

Langkah lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena hepatitis B di antaranya adalah:

– Berhenti atau jangan menggunakan obat-obatan terlarang.

– Waspadalah saat ingin menindik ataumenato tubuh.

– Jangan berhubungan seks tanpa alat pengaman kecuali Anda yakin pasangan Anda tidak memiliki hepatitis B atau penyakit kelamin menular lainnya.

– Hindari berbagi penggunaan barang seperti sikat gigi, anting-anting, ataualat cukur.

Apabila Anda telah melakukan kontak dengan salah seorang penderita hepatitis B dalam rentang waktu 24 jam terakhir, segera periksakan diri ke dokter.

Risiko penularan penyakit ini dapat diturunkan dengan pemberian suntikan imunoglobulin hepatitis B. Ini adalah larutan obat yang berisi antibodi guna melawan virus hepatitis B.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.

GRATIS KONSULTASI

Kesehatan Anda!

Terima Kasih!
Kami akan Segera Menghubungi Anda