skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyebab Hepatitis D

Penyebab Hepatitis D

Infeksi virus hepatitis D merupakan infeksi virus hepatitis yang terjadi sebagai rekan infeksi dari virus hepatitis B. Adanya infeksi tambahan dari virus hepatitis D menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Tipe D (hepatitis delta) merupakan 50% hepatitis yang berat, dengan angka kematian yang tinggi.

Di Amerika serikat, 1% dari penderita hepatitis D mati dengan kegagalan fungsi hati dalam waktu 2 minggu dan infeksi kebanyakan terjadi pada para pemakai obat-obatan intravena dan penderita  hemofilia. Masa inkubasi adalah 1-90 hari. Tingkat keparahan mencapai 2-70%.

Orang yang terkena ko-infeksi hepatitis B dan hepatitis D mungkin mengalami penyakit akut serius dan beresiko tinggi mengalami gagal hati akut. Orang yang terkena superinfeksi hepatitis D biasanya mengembangkan infeksi hepatitis D kronis yang berpeluang besar menjadi sirosis.

Beberapa gejala dan tanda yang tampak pada seseorang yang menderita Hepatitis adalah:

– Kuning, yang biasanya dapat terlihat pada kulit atau mata

– Kencing berwarna kecoklatan seperti teh

– Sering didapatkan pembesaran hati

– Demam

– Mual dan muntah

– Nafsu makan berkurang

– Mudah lelah

– dan nyeri perut kanan atas pada saat pemeriksaan fisik.

Berikut penyebab dari hepatitis D:

  1. Menggunakan jarum suntik dan obat-obatan secara bersamaan. Hepatitis D paling sering terjadi pada penderita hemofilia.
  2. Apabila individu mengadakan kontak dengan darah atau cairan tubuh (seperti: air ludah, air mani, cairan vagina) dari individu yang terinfeksi
  3. Bayi dari wanita penderita hepatitis D ( hepatitis yang didapat atau congenital)
  4. Virus ini dapat menular sendiri secara langsung dari penderita hepatitis D, bersifat hepatotoksik. Namun bila HVD bersama-sama dengan HBSAg pada anak yang lebih besar akan menyebabkan hepatitis fulminan, sedangkan pada bayi lebih banyak kearah penyakit kronik
  5. Virus Hepatitis D juga dapat ditularkan melalui transmisi vertikal sehingga tidak jarang infeksi HVD pada bayi baru lahir disertai oleh infeksi VHD, hal ini akan memperbanyak bentuk hepatitis kronik.

Penyakit ini dapat timbul karena adanya ko-infeksi atau super-infeksi dengan VHB. Ko-infeksi berarti infeksi VHD dan VHB terjadi bersamaan. Adapun super-infeksi terjadi karena penderita hepatitis B kronis atau pembawa HBsAg terinfeksi oleh VHD. Ko-infeksi umumnya menyebabkan hepatitis akut dan diikuti dengan penyembuhan total.

Ko-infeksi dengan hepatitis D meningkatkan beratnya infeksi hepatitis B, perjalanan penyakitnya lebih membahayakan dan meningkatkan potensi untuk menjadi penyakit hati kronik. Sementara super-infeksi  sering berkembang ke arah kronis dengan tingkat penyakit yang lebih berat dan sering berakibat fatal.

Mula-mula virus tersebut melekatkan diri pada reseptor-reseptor spesifik  yang terletak pada membran sel-sel hepar kemudian melakukan replikasi. Untuk dapat bereplikasi, virus tersebut memerlukan keberadaan virus hepatitis B.

Virus hepatitis yang menyerang hati menyebabkan peradangan dan infiltrate pada hypatocytes oleh sel mononukleus. Proses ini dapat menyebabkan degenerasi dan nekrosis sel parenkim hati. Respon peradangan menyebabkan pembengkakan dan memblokir system drainase hati sehingga terjadi destruksi pada sel hati.

Keadaan ini menjadikan empedu tidak dapat diekskresikan kedalam kantong empedu dan bahkan kedalam usus sehingga meningkat dalam darah sehingga terjadi peningkatan bilirubin direk maupun indirek sebagai hiperbilirubinemia, dalam urine sebagai urobillinogen dan kulit hepatocelluler jaundice, kemudian diikuti dengan munculnya gejala yang lain.

Virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Bila HBsAg menghilang dari darah maka VHD akan berhenti bereplikasi dan penyakit menjadi sembuh. Virus hepatitis D (VHD) bersifat patogen, dapat menimbulkan penyakit yang lebih parah dari hepatitis virus lainnya.

Pengobatan infeksi virus Hepatitis D seperti terapi pada Hepatitis B, sedangkan untuk pencegahan sampai saat ini belum ada vaksin yang tersedia. Namun karena VHD tidak dapat terjadi tanpa VHB, maka pencegahan VHB dapat dipakai untuk VHD.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.